"Kami lebih ingin tak memiliki peran sebagai favorit, tapi kami memilikinya dan harus menerimanya," sahut Fernando Torres seperti dikutip dari AS.
Di banyak kompetisi internasional, Spanyol sebelumnya lebih sering dijadikan kuda hitam. Itu terkait minimnya sukses yang mereka raih baik di Piala Dunia maupun Piala Eropa. Sebelum menjadi kampiun di Austria-Swiss 2008 lalu, sukses terbesar 'Tim Matador' adalah juara Piala Eropa 1964.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Spanyol kami berpikir kalau kami adalah pusat dunia dan selalu menempatkan diri kami sendiri sebagai favorit. Saya tinggal di Inggris saat ini, dan menurut mereka favorit Piala Dunia adalah Inggris dan Spanyol."
"Di Prancis mereka bilang favoritnya adalah Prancis dan Spanyol, di Brasil favoritnya Brasil dan Spanyol. Kami tak menyukai hal itu, tapi saya pikir itu tak terhindarkan," sambung penyerang utama Spanyol kepunyaan Liverpool tersebut.
Saat ini Spanyol memang memiliki skuad yang paling merata di semua lini. Pemain-pemain mereka jadi tulang punggung di banyak klub raksasa Eropa. Kondisi yang jelas sangat menguntungkan pelatih Vincente Del Bosque.
"Semua orang di Spanyol berpikir kalau apapun (hasil) di luar juara Piala Dunia adalah kegagalan. Saya pikir itu omong kosong dan ekstrimis, tapi karena kini kami hidup dalam situasi seperti itu, sepertinya ekstrimis cukup menjual," timpal Del Bosque.
"Dan bahkan saat kami tidak sepakat, kami bisa bilang kalau itu tak masuk akal kalau kami dianggap seperti itu setelah memenangi Piala Eropa dan memenangi banyak pertandingan," tuntas mantan pelatih Real Madrid itu.
Spanyol juga diprediksi bakal melaju mudah dari fase grup Piala Dunia, mengingat lawan mereka di grup tersebut "cuma" Swiss, honduras dan Chile. Baru di babak 16 besar lawan berat berpeluang mereka hadapi, yakni Pantai Gading, Portugal atau bahkan Brasil.
(din/key)











































