'Obsesi Tinggi Bikin Jepang Lemah'

'Obsesi Tinggi Bikin Jepang Lemah'

- Sepakbola
Selasa, 25 Mei 2010 21:32 WIB
Obsesi Tinggi Bikin Jepang Lemah
Tokyo - Persiapan tim nasional Jepang menuju Piala Dunia boleh dikatakan mengecewakan. Eks pelatih "Samurai Biru", Philippe Troussier menilai bahwa Jepang dilemahkan oleh obsesi mereka yang tinggi.

Dalam dua laga ujicoba terakhir, yakni melawan Serbia dan Korea Selatan, tim yang dibesut Takeshi Okada itu kalah dan tidak mampu merobek gawang lawan. Ada pun skornya adalah masing-masing 0-3 dan 0-2.

"Ini situasi yang buruk bagi Okada. Situasi ini persis ketika Okada menjadi pelatih di Piala Dunia 1998. Tim jelas-jelas memiliki mentalitas yang bodoh," tegas Troussier di Reuters, pasca kekalahan mantan tim asuhannya atas Korsel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Laga kemarin sebenarnya merupakan partai penting untuk menguji kemampuan pemain atau strategi baru. Tapi selanjutnya mereka menderita gol cepat dan pemain tidak tahu apa yang harus dilakukan. Sebab mereka tidak punya informasi yang cukup soal lawan," tandas pelatih yang menangani Jepang tahun 1998 hingga 2002 itu.

Troussier menilai bahwa obsesi tingkat tinggi menjadi hal yang membuat Samurai Biru menjadi lemah. "Okada ingin bermain seperti Spanyol, seperti Brasil. Tapi Anda harus hati-hati. Anda dituntut berpikir serius untuk bagaimana mengubah filosofi untuk berkompetisi di level tertinggi."

"Setelah Korsel mencetak gol, ada waktu selama 80 menit dan kita tidak melihat sesuatu yang signifikan yang ditunjukkan Jepang. Jika Anda tidak merasa yakin, maka Anda tidak boleh ambil risiko. Anda baru bisa yakin bila sudah tahu solusinya," tegas pelatih berkebangsaan Prancis itu.

Bila ditotal, maka kekalahan atas Korsel (24/5/2010) merupakan yang ketiga dari empat partai yang dilakoni oleh Jepang.

Meski Troussier mengkritik Jepang, namun ia tidak setuju bila Okada didesak untuk mundur sebagai bentuk tanggungjawab. "Okada kemarin berkata ingin mengundurkan diri, sementara di sisi lain Anda memasang target empat besar? Mengapa harus mundur? Tidak, Anda adalah kapten kapal ini dan kapal Anda sudah berlayar," ujar pria kelahiran 21 Maret 1955 itu.

Troussier pun memiliki prediksi tentang kiprah Jepang di Piala Dunia nanti, di mana Shunsuke Nakamura cs akan bergabung bersama Belanda, Denmark, dan Kamerun.

"Saya tidak memprediksi bahwa Jepang bisa mengalahkan Belanda. Namun saya menilai mereka bisa mengalahkan Kamerun. Laga pertama (vs Kamerun) tim tampil dengan pikiran segar dan motivasi tinggi. Saya yakin mereka bisa menyulitkan tim ini," tukas pelatih yang membawa tim Asia Timur itu ke babak 16 besar Piala Dunia 2002.
(nar/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads