Pelatih Jepang, Takeshi Okada, kemarin sesumbar kalau anak didiknya akan bisa melangkah sampai babak semifinal Piala Dunia 2010. Pernyataan tersebut dia lontarkan justru setelah Jepang menelan kekalahan 0-2 atas seteru abadinya, Korea Selatan.
Hasil tersebut dianggap Troussier menunjukkan kalau Jepang belum punya mental bertanding yang kuat. Orang Prancis yang pernah membesut Jepang di Piala Dunia 2002 itu tak yakin negara tersebut bisa berbicara banyak di Afrika Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi yang dialami Jepang saat ini disebut Troussier mirip dengan kejadian di Piala Dunia 1998. Di Prancis saat itu, Jepang menelan tiga kekalahan di fase grup dengan hanya mencetak satu gol dan kemasukan tiga kali.
"Pertandingan tersebut menjadi pertandingan penting untuk mencoba para pemain atau strategi baru di lapangan. Semua tampak diserahkan kepada pemain, tetapi mereka tidak tahu yang harus dilakukan."
"Setelah keunggulan Korea pada menit ke 80, Jepang tampat tak berbuat susuatu. Tim Jepang harus percaya diri untuk mengambil risiko. Kepercayaan diri akan muncul jika kau tahu solusinya," tambahnya.
Menurut Troussier, Okada terlihat ingin membuat Jepang bermain seperti Spanyol atau Brazil. Untuk seperti itu, Jepang harus berpikir lagi sebab Jepang harus mengubah filosofi mereka pada level yang lebih tinggi. Di Piala Dunia 2010, Jepang tergabung bersama Kamerun, Belanda, dan Denmark di grup E.
(din/din)










































