Lebih Banyak Gol dari Defender

Lebih Banyak Gol dari Defender

- Sepakbola
Rabu, 26 Mei 2010 11:35 WIB
Lebih Banyak Gol dari Defender
Jakarta - Mencetak gol jelas bukan cuma hak striker atau pemain tengah. Faktanya, dalam empat puluh tahun terakhir, para pemain belakang mampu berkontribusi besar dengan ikut menjebol gawang lawan.

Sekadar menjaga barisan pertahanan jelas jadi tuga utama para pemain belakang. Tapi setiap saat mereka punya hak untuk membantu serangan dan bahkan tak mungkin ikut mencatatkan namanya di papan skor.

Statistik Castrol Football mencatat kalau sejak Piala Dunia 1970 hingga 2006 lalu, bek-bek kontestan Piala Dunia punya peran yang sangat besar dalam upaya timnya mencetak gol. Disebutkan kalau 21% dari total gol yang tercipta dalam kurun tersebut datang dari para bek.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fabio Grosso adalah contoh terakhir betapa pemain belakang bisa sangat berperan besar terkait urusan bikin gol. Di babak semifinal Piala Dunia 2006 lalu dia membuka gol kemenangan Italia atas Jerman saat laga masuk menit 119. Gli Azzurri akhirnya menang 2-0 setelah Alessandro Del Piero menggandakan keunggulan dua menit berselang.

Lilian Thuram juga pernah jadi pahlawan Prancis di semifinal Piala Dunia 1998. Tertinggal lebih dulu lewat gol Davor Suker, bek legam itu mencetak dua gol yang memastikan Les Bleus masuk final, dan akhirnya jadi juara.

Sejarah sepakbola dunia juga mencatat banyak pemain belakang yang hobi sekali bikin gol. Daniel Passarella adalah nama yang layak dikedepankan untuk urusan semacam ini, dengan kemampuannya mengeksekusi penalti dan tendangan bebas.

Bek Argentina itu total mencetak 140 gol di sepanjang karir profesionalnya, belum termasuk 22 gol untuk Albiceleste. Khusus di Piala Dunia, dia menyumbang tiga gol buat Tango, satu di edisi 1978 dan dua gol di 1982.

Dunia kemudian juga mengenal Ronald Koeman sebagai bek dengan kemampuan bikin gol jempolan. Pesepakbola Belanda itu bahkan tercatat sebagai pencetak gol terbanyak di liga domestik dengan total membuat 193 gol, 11 kali lebih banyak dibanding Passarella.

Hebatnya lagi, Koeman pernah mencetak 21 gol dalam satu musim buat PSV Eindhoven. Dia mencetak satu gol buat Oranje di Piala Dunia 1990.

Roberto Carlos adalah nama lain yang masuk daftar ini. Defender Brasil itu terkenal dengan punya tendangan bebas mematikan yang membuatnya mampu menyumbang 11 gol buat Samba. Satu gol berhasil dibuat Carlos di Piala Dunia 2002.

Di Afrika Selatan 2010, beberapa pemain belakang punya potensi besar untuk ikut menyumbang gol. Salah satunya tentu saja John Terry. Dengan posturnya yang jangkung, Terry kerap jadi target operan bola tendangan bebas atau penjuru saat di Chelsea.

Skenario serupa bisa terjadi pada Nemanja Vidic (Serbia), Jerome Boateng (Jerman) Simon Kjaer (Denmark), Lucio (Brasil) dan Gerrard Pique (Spanyol). Dengan cara yang berbeda, para wing back semisal Patrice Evra (Prancis) dan Gregory van der Wiel (Belanda), yang mengandalkan kecepatan, juga menjadi ancaman buat penjaga gawang tim lawan.

(din/key)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads