Italia Tak Butuh Status Unggulan

Italia Tak Butuh Status Unggulan

- Sepakbola
Rabu, 26 Mei 2010 14:09 WIB
Italia Tak Butuh Status Unggulan
Jakarta - Italia tak masuk daftar unggulan juara Piala Dunia 2010 dan bahkan diprediksi tak bisa berbicara banyak. Terbiasa dengan kondisi pesimistis, Gli Azzurri tak mau pusing dengan pandangan publik.

Sudah sejak kegagalan total di Piala Eropa 2008 lalu Italia dapat kritikan tajam. Juara Piala Dunia 2006 itu dianggap punya skuad yang terlalu berumur dan minim regenerasi.

Sayangnya, untuk Piala Dunia 2010 ini Italia belum banyak melakukan perubahan di skuadnya. Pemain-pemain senior macam Gianluca Zambrotta, Fabio Cannavaro, Mauro Camoranesi hingga Antonio Di Natale masih dipanggil dalam skuad sementara Marcello Lippi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi tersebut berseberangan dengan Brasil atau Spanyol yang dianggap sebagai kandidat kuat juara. Selain punya banyak pemain top yang jadi pilar banyak klub raksasa Eropa, kedua negara tersebut juga punya beberapa pemain muda yang sudah dipromosikan ke tim utama.

Menanggapi status timnya yang tidak diunggulkan, Cannavaro santai-santai saja. Disebutnya, Italia sudah sering mengalami kondisi di mana mereka sama sekali tak ditempatkan sebagai calon juara namun justru bisa menuntaskan kompetisi sebagai kampiun.

"(Pesimistis) adalah bagian dari sejarah kami. Kami tak pernah memulai sebagai favorit, tapi kami bisa juara sampai empat kali. Cuma Brasil yang bisa lebih baik," sahut Cannavaro di Marca.

Saat menjadi juara di Jerman 2006 lalu Italia memang datang dengan status non-unggulan. Skandal Calciopoli yang terbongkor semusim sebelumnya sempat dikhawatirkan membuat performa Andrea Pirlo cs terpengaruh. Kondisi serupa terjadi di tahun 1982.

"Kami tahu jika kami bisa jadi juara maka kami akan jadi pahlawan dan jika kalah mereka akan membantai kami. Setelah Piala Dunia saya akan mendatangi rekan-rekan muda saya. Saya tak berpikir kalau sang pelatih akan kembali memanggil saya untuk pertandingan (persahabatan) di bulan Agustus."

"Sebelum itu, bagaimanapun juga, saya punya mimpi. Mengangkat lagi trofi itu seperti saat di Berlin dan itu akan luar biasa menyenangkan," pungkas Cannavaro.

(din/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads