Ribuan orang pendukung Argentina memadati jalan raya yang dilalui oleh pasukan Diego Maradona saat menuju ke bandara Buenos Aires untuk terbang ke Afrika Selatan, Jumat (28/5/2010) waktu setempat.
Mereka semua umumnya memiliki opini senada, yakni berharap Argentina bisa jadi juara dunia untuk kali ketiga. Faktor Maradona yang kontroversial di kursi pelatih rupanya tidak memengaruhi kecintaan mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami semua beserta Diego," ujar fan berma Martin Bertaina kepada Reuters. Bertaina adalah seorang pelatih kuda berusia 39 tahun yang melakukan perjalanan bersama kudanya sejauh 20 KM untuk melihat bus Argentina sekadar melintas.
"Mungkin beberapa bulan lalu kami tidak (mendukugn Maradona). Tapi orang Argentina memang seperti itu, satu hari kami cinta dengan Anda, besoknya tidak. Tapi Maradona itu spesial," imbuh Bertaina.
Argentina punya pemain-pemain hebat dengan kemampuan tinggi. Namun nyatanya, juara dunia 1978 dan 1986 itu hanya bertengger di peringkat 4 kualifikasi zona Amerika Selatan.
Pesimisme yang sempat menaungi tim ini perlahan sirna ketika mereka tampil baik dengan mengalahkan Jerman dan Kanada di pertandingan persahabatan serta performa mantap para punggawa Tango di level klub menumbuhkan optimisme.
"Kami mungkin punya beberapa pemain terbaik di dunia. Diego akan membimbing kami jadi juara," ucap kakek 68 tahun bernama Carlos Paradela yang menyemangati timnasnya di pinggir jalan bersama Joel, sang cucu berusia lima tahun.
(arp/arp)











































