Dari zaman dahulu hingga sekarang, yang menonjol dari Brasil memang para strikernya. Pele, Romario, Bebeto, Ronaldo hingga Ronaldinho, adalah bintang-bintang yang berposisi sebagai ujung tombak.
Pemain belakang, khususnya kiper, biasanya terlupakan. Apalagi, Brasil memang dikenal memiliki kelemahan di posisi pemain terakhir di bagian pertahanan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kiper Brasil sekarang dihormati. Kami punya (kiper) yang bermain di klub top dan mereka semua mendapatkan rasa hormat sebagaimana layaknya," ujar Cesar seperti dikutip AP.
"Sekarang, kita melihat klub-klub Eropa ingin mengontrak kiper asal Brasil, bukan cuma strikernya," lanjut penjaga gawang kelahiran 30 tahun lalu itu.
Cesar benar. Kemampuannya untuk menjadi kiper utama di Inter, klub di Italia di mana terdapat kiper-kiper lokal hebat, menunjukkan kualitas dari eks shot stopper Flamengo dan Chievo itu.
"Saat Anda memenangi kejuaraan-kejuaraan penting ini, prestisenya lebih besar," ucap Cesar soal titel Liga Italia, Liga Champions dan Coppa Italia yang disabet Inter musim ini.
"Tapi saya harus tetap menginjak bumi. Kalau mereka bilang saya kiper terbaik dunia, saya tidak percaya. Itu yang membuat saya tetap membumi. Kiper adalah posisi unik, satu hari Anda yang terbaik di dunia dan esok Anda juga yang terburuk," tegasnya.
(arp/arp)











































