Dengan nama besar dan kemampuan yang dimiliki, tak mengherankan kalau Ronaldo jadi harapan besar publik Portugal untuk melihat tim kesayangannya berprestasi di Afrika Selatan. Pesepakbola 25 tahun itu juga dipercaya memakai ban di lengan kirinya sebagai seorang kapten.
Namun sejauh ini Ronaldo dan Portugal belum mampu memberi yang terbaik buat fansnya. Di laga ujicoba terakhirnya, anak didik Carlos Queiroz cuma bisa bermain imbang tanpa gol dengan negara kecil, Tanjung Verde.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya terbiasa dengan tekanan. Tapi saya akui kalau saya merasakan lebih banyak tekanan dengan tim nasional dibanding dengan Real Madrid, tapi saya selalu berusaha melakukan yang terbaik dan membawa nama Portugal sejauh yang saya bisa," lanjut sang gelandang di Soccernet.
Terkait tekanan yang terus diarahkan fans pada dirinya, Ronaldo mengingatkan kalau sepakbola adalah sebuah kerja tim. Hasil baik hanya bisa didapat jika pemain di skuad Portugal secara keseluruhan tampil bagus.
"Tak seorang pun memenangi apapun sendirian, dan sebuah tim tak bisa hanya terdiri hanya dari satu pemain saja. Tim tak bisa datang hanya dengan tiga atau empat pemain yang dalam kondisi baik, tapi paling tidak ada enam atau tujuh," tuntas pemain terbaik dunia 2008/2009 itu.
(din/mrp)











































