Pasca drawing yang dilakukan awal Desember silam, St. George Cross ditempatkan sebagai unggulan kedua di bawah Spanyol dan di atas Brasil, Argentina, Italia, Prancis, dan tim spesialis turnamen Jerman.
Meski begitu Capello harus siap dengan "kutukan" yang menantinya. Seperti dikutip dari Wall Street Journal, Piala Dunia tidak ramah pada pelatih asing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Raynor yang berkebangsaan Inggris sukses membawa Swedia ke final Piala Dunia 1958, namun harus takluk dari Brasil. Sementara itu Happel yang merupakan orang Austria mengantarkan Belanda ke final World Cup 1978 sebelum akhirnya dibekuk Argentina.
Sementara itu hasil penelitian yang diungkapkan ScoreShelf.com menunjukkan bahwa head to head antara negara yang menggunakan pelatih lokal kontra negara yang menggunakan pelatih asing dalam 232 laga Piala Dunia menunjukkan keunggulan pada pelatih lokal dengan presentase kemenangan 57,3 persen.
Di Piala Dunia kali ini, Capello bukan satu-satunya pelatih asing. Contoh lain adalah Sven Goran Eriksson (Swedia) yang menukangi Pantai Gading, Carlos Alberto Pereirra (Brasil) arsitek Afrika Selatan, Marcelo Bielsa (Argentina) yang menjadi nakhoda Chile, serta Otto Rehhaggel (Jerman) yang merupakan bos timnas Yunani.
Nama Capello layak dikedepankan karena dia merupakan satu-satunya pelatih asing yang menukangi tim yang berstatus unggulan.
Mampukah Don Fabio mematahkan kutukan itu?
(nar/key)











































