"Para pemain bisa mendapatkan seks bersama istri atau kekasih mereka selama Piala Dunia. Pesepakbola bukanlah martir. Tapi itu tak boleh dilakukan jam dua dinihari sambil meminum sampanye dan merokok cerutu Havana," seru tim dokter Argentina Dr. Donato Vallani.
Kebijakan yang diambil skuad Argentina ini berseberangan dengan apa yang diterapkan Fabio Capello di skuad Inggris. Menganggap kehadiran WAGs bisa mengganggu konsentrasi Rio Ferdinand cs, Don Fabio membatasi sesi pertemuan pemain dengan kekasih serta istri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu juga harus dilakukan tanpa menimbulkan pengaruh pada kedua kaki pemain," sambung Dr. Donato Vallani, mengindikasikan kalau yang lebih berbahaya adalah gaya saat melakukan seks dibanding aktivitasnya sendiri.
Dikutip dari Guardian, larangan melakukan hubungan seks sebelum beraktivitas olahraga muncul sejak zaman mitos Yunani. Hubungan badan dikatakan akan menurunkan dan mengganggu performa seorang atlet sebelum berlaga di Olimpiade karena menguras energi, menurunkan testosteron dan mengurangi agresifitas.
"Penelitian terkini dan beberapa penelitian menunjukkan kalau seks sebelum pertandingan tak berpengaruh pada performa. Tapi, kualitas tidur memerankan peran penting dalam hal performa dan seks membantu tidur. Jadi (seks) meningkatkan performa. Kecuali itu membuat pemain jadi tak tidur," ungkap Profesor Greg Whyte, peneliti olahraga dan kebugaran di Universitas John Moores di Liverpool.
Membolehkan pemain melakukan hubungan seks selama kejuaraan besar juga pernah dilakukan Kroasia di Piala Eropa 2004 lalu. Saat itu dokter tim, Zoran Bahtijarevic hanya mengingatkan agar pemainnya untuk "tidak terlibat dalam aktivitas seks yang berlebihan".
(din/arp)










































