'Tim Ayam Jago' mengawali perjalanan menuju Piala Dunia 2010 dengan kurang mantap. Di laga pertama kualikasi, mereka sudah menuai kekalahan 1-3 dari Austria.
Memang cuma satu kali itu saja tim besutan Raymond Domenech kalah, tapi mereka tetap susah payah melangkah dan akhirnya lolos ke putaran final Piala Dunia 2010 sebagai runner-up di bawah Serbia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil-hasil tersebut melengkapi keraguan banyak kalangan atas Prancis. Tak sedikit yang risau kalau juara Piala Dunia 1998 itu nanti akan bernasib seperti pada Piala Dunia 2002 dengan kalah di laga pembuka dari Senegal dan kemudian tersingkir di fase awal.
"Tak ada yang aman dari kejutan seperti tahun 2002, jika kami tiba dengan bunga di ujung laras senjata, kami akan pulang dengan cepat," seru Cisse di AFP.
"Kami tahu kami harus kerja keras, kami punya semangat besar dan kami ingin membungkam kritik dan mengubah pandangan orang terhadap tim Prancis. Awalnya tentu kami harus berlatih dengan bagus. Melawan China (di laga ujicoba Prancis selanjutnya), kami harus tampil baik, bikin gol-gol, menang, dan kami akan lebih percaya diri dan percaya diri," papar dia.
Dengan semangat tinggi, pemain yang beroperasi di lini depan itu juga tampak optimistis karena mencanangkan gelar juara sebagai bidikan. Cisse tak puas Prancis jadi finalis saja, seperti ketika empat tahun lalu.
"Untuk Prancis (Piala Dunia yang sukses adalah) terus sampai akhir. Piala Dunia terbaik adalah dengan memenanginya. Jika Anda bertanya kepada tim yang lebih kecil dari Prancis, Piala Dunia yang sukses adalah dengan mencapai perempatfinal. Tapi kami ingin lebih," lugas dia.
(krs/roz)











































