Polisi Keamanan Piala Dunia Dikecam

Polisi Keamanan Piala Dunia Dikecam

- Sepakbola
Minggu, 06 Jun 2010 13:27 WIB
Polisi Keamanan Piala Dunia Dikecam
London - Kepolisian Afrika Selatan dikecam. Tindakan mereka menangkap dan mengusir gelandangan demi penertiban Piala Dunia diprotes sebuah yayasan kemanusiaan.Β 

Amnesty Internasional, yayasan tersebut, mengecam cara kepolisian Afrika Selatan untuk menertibkan gelandangan, preman dan imigran gelap. Amnesty mengklaim, para polisi itu melakukan berbagai tindak kekerasan kala menjalankan aksinya.

"Tindakan penertiban ini meliputi penggerebekan, penangkapan, penyiksaan dan pemerasan, juga penggusuran," demikian pernyataan mereka seperti dilansir Reuters.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam beberapa kasus, para gelandangan dan penghuni gelap memang diusir karena adanya zona akses khusus dan zona-zona lainnya untuk kepentingan Piala Dunia oleh FIFA.

"Kebutuhan yang mengatasnamakan 'hukum FIFA' menciptakan penyempitan lahan bagi sektor informal dan ini adalah tindakan yang merugikan," jelas Amnesty.

Juru bicara kepolisian Afsel membantah pernyataan tersebut dengan mengatakan bahwa tindakan yang mereka lakukan tidak ada sangkut pautnya dengan Piala Dunia dan itu memang harus dilakukan. "Hanya karena adanya Piala Dunia, kita harus mengacuhkan hukum?" ujarnya.

Amnesty juga menegaskan dengan bertambahnya distribusi pasukan keamanan Piala Dunia, berarti minimnya petugas kepolisian di daerah-daerah lain di Afsel yang mana angka kejahatannya jauh lebih tinggi.

Polisi diperkirakan akan lebih memilih melindungi sekitar 350.000 turis yang datang menyaksikan Piala Dunia ketimbang menjaga keamanan lingkungan.

Isu keamanan dan kejahatan memang menjadi topik utama selama penyelenggaraan Piala Dunia kali ini. Dilaporkan setiap harinya terjadi 50 pembunuhan di Afrika Selatan, setara dengan di Amerika Serikat yang jumlah penduduknya enam kali lipat lebih banyak.

(roz/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads