Ini adalah kali kedua Korea Utara turut serta dalam Piala Dunia. Pada kesempatan perdana, yakni tahun 1966, Korut tampil sebagai tim kejutan. Mereka mampu menaklukkan Italia 1-0 untuk kemudian tampil di babak perempatfinal.
Di babak delapan besar tersebut, Korut tampil menghadapi Portugal. Kejutan nyaris terjadi lagi kala mereka berhasil mengungguli Portugal 3-0. Tetapi, Portugal berhasil membalikkan keadaan dan akhirnya menang dengan skor 5-3.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wajar kalau penampilan mereka tahun ini banyak dinanti-nantikan. Tergabung bersama Brasil, Portugal dan Pantai Gading, siapa tahu mereka kembali menampilkan kejutan seperti tahun 1966 dulu.
Namun, hanya sedikit yang bisa diketahui dari pasukan arahan Kim Jong-Hun ini. Tak banyak yang bisa meliput mereka, hanya sebuah stasiun televisi asal Korut dan stasiun televisi milik FIFA--yang konon sampai harus bersusah payah memohon untuk bisa meliput mereka.
Seperti dilansir oleh Yahoosports, Choilima berlatih di Stadion Makhulong, Tembisa, dalam keadaan tertutup. Saat ini mereka tengah mempersiapkan diri untuk laga persahabatan melawan Nigeria yang akan dihelat pada jari Minggu (6/6) ini.
Sampai kapan Korut bakal menutup diri dari media? Menurut organizer turnamen, Korut diwajibkan untuk membiarkan para jurnalis meliput lima hari sebelum pertandingan pertama mereka, yakni menghadapi Brasil pada 15 Juni mendatang.
(roz/roz)











































