Maradona memimpin langsung latihan pertama itu hari Minggu (6/6/2010) waktu setempat di lapangan stadion Universitas Pretoria. "Maradoo, Maradoo," begitu penonton meneriakkan nama legenda hidup sepakbola Argentina itu saat memasuki lapangan.
Bendera Argentina berkibaran dari sektor penonton, berpadu dengan bendera Afsel. Kapten Argentina saat memenangi Piala Dunia 1986 itu diberi koor serempak "Ole, Ole, Ole, Die-go, Die-go." Demikian diberitakan AP yang dilansir YahooSport.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Histeria pada Lionel Messi juga terjadi. Seorang remaja asal Mozambik yang bernama Jacinto, mengaku datang ke Pretoria hanya untuk melihat pemain terbaik dunia 2009 dari klub Barcelona itu.
"Messi adalah sebuah keajaiban. Dia datang dari surga untuk bermain sepakbola," demikian prosa Jacinto, yang mengenakan replika kaus Barcelona bernomor 10 di punggungnya.
Selama memimpin latihan Maradona terus berdiri dan memperhatikan dengan serius. Tidak banyak instruksi khusus yang ia berikan, kecuali beberapa masukan kepada pemain seperti "Bagus. Go Tiger," atau "Bagus. Bagus. Teruskan, teruskan."
Di luar stadion, sekitar 500 orang menunggu dengan setia sampai sesi itu berakhir, dengan harapan tetap bisa melihat para pemain atau Maradona menghampiri mereka, bahkan membangi beberapa tanda tangannya.
"Tak masalah kalau saya tidak bisa masuk," ujar Augusto, fans berusia 30 tahun. "Saya menghabiskan 6.000 dolar untuk bisa ke sini, kehilangan tunangan saya, dan bisa kehilangan pula pekerjaan."
(a2s/a2s)











































