Kalangan Ekonom Jagokan Spanyol

Kalangan Ekonom Jagokan Spanyol

- Sepakbola
Senin, 07 Jun 2010 10:44 WIB
Kalangan Ekonom Jagokan Spanyol
Johannesburg - Dalam sejarah keikutsertaannya di Piala Dunia, Spanyol baru satu kali bisa menembus babak semifinal. Tapi tahun ini mereka difavoritkan bakal juara, oleh kalangan ekonom.

Berdasarkan polling Reuters kepada 74 pengamat ekonomi, pemenang Euro 2008 tersebut diyakini dapat mempertahankan reputasinya sebagai tim terbaik dunia. Sisanya yakin Brasil mampu menambah rekor gelar juara keenam kalinya.

"Saya memilih Spanyol karena mereka tidak saja berbakat, namun memiliki euforia dan kekuatan yang mereka dambakan di masa lalu," ungkap Jean-Francois Mercier, salah seorang ekonom dari Afsel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Brasil juga berbahaya tapi apakah mereka memiliki energi yang sama?"

Spanyol pernah dikenal sebagai tim spesialis babak kualifikasi turnamen besar karena mereka hebat di fase itu namun sering melempem di putaran final. Di Piala Dunia, prestasi tertinggi mereka adalah peringkat empat di tahun 1950.

Di luar itu, Spanyol pernah mencapai babak perempatfinal sebanyak empat kali, yakni di edisi tahun 1934, 1986, 1994, dan 2002.

Soal tim lain, Afrika Selatan juga menjadi kekhawatiran para ekonom tersebut. Mereka tidak yakin tim pasukan Carlos Alberto Parreira itu mampu maju ke babak selanjutnya, yang berarti menjadi tim tuan rumah pertama yang tidak lolos dari penyisihan grup.

"Akan sangat sulit bagi Afsel, walaupun dukungan penuh dari vuvuzelas (fans) pasti akan menakutkan Meksiko dan Prancis," ujar Johannes Khosa, ekonom dari Johannesburg.

Sebagian besar ekonom yakin sedikitnya akan ada satu wakil dari benua Afrika yang akan lolos sampai perempatfinal. Sejauh ini hanya Senegal (2002) dan Kamerun (1990) yang pernah mencapai level ini. Tahun in Nigeria yang paling dijagokan bisa menembus perempatfinal, disusul Kamerun.

Polling Reuters juga menanyakan pendapat mereka apakah Piala Dunia akan berdampak bagi tuan rumah (Afsel) dari segi ekonomi. Namun, mereka menganggap itu hanya akan berefek saat Piala Dunia bergulir, dengan ekspektasi penonton jauh dari yang diinginkan.
(a2s/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads