Gallas sejatinya dijadwalkan untuk hadir di depan media bersama kiper Hugo Lloris di markas Prancis di Knysna, Selasa (8/6/2010) waktu setempat. Namun, hanya si kiper yang muncul sementara Gallas sama sekali tak kelihatan batang hidungnya.
"William memutuskan takkan bicara dengan media selama durasi putaran final Piala Dunia," terang juru bicara tim tanpa memaparkan lebih lanjut seperti dikutip Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum ini tim Prancis sudah dihujani kritik media lokal selama bertahun-tahun. Cara berkomunikasi dari para pemain maupun pelatih Raymond Domenech juga terus-terusan dikritik.
Hal itu tak luput dari perhatian Federasi Sepakbola Prancis (FFF). Maka saat tim Prancis racikan Domenech tersingkir dari Euro 2008, Presiden FFF Jean-Pierre Escalettes pun minta si pelatih dan para pemainnya bisa lebih mesra dengan media.
Escalettes kala itu bahkan tak segan mengeluarkan ancaman. Para pemain, kata dia, harus bicara dengan media atau menghadapi sanksi dari FFF.
Nah, dengan ultimatum seperti itu kenapa Gallas kini justru memilih bungkam dan menjauhi media? Ada spekulasi bahwa Gallas masih ngambek setelah tak dipilih jadi kapten Prancis karena ban kapten justru diserahkan ke Patrice Evra.
Selain itu, majalah France Football sebelumnya juga baru melaporkan bahwa Gallas sudah menerima tawaran main dari klub Yunani Panathinaikos. Boleh jadi si pemain Arsenal enggan ditanyakan mengenai hal ini sehingga memilih mangkir dari agenda temu media.
Alasan sebenarnya? Ya, sepertinya hanya Gallas yang tahu.
(krs/mrp)











































