Dalam tiga laga persahabatan terakhir, Domenech menerapkan formasi ofensif 4-3-3, menggantikan pola yang sebelumnya lama digunakan yakni 4-5-1 yang kadang dimodifikasi menjadi 4-2-3-1.
Formasi 4-3-3 diterapkan guna memaksimalkan pemain bernaluri menyerang yang dimiliki seperti Jeremy Toulalan, Nicolas Anelka, Franck Ribery, Sidney Gouvou, dan Thierry Henry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sistem 4-3-3 memberikan solusi yang menarik untuk barisan depan, namun tak memberikan jaminan banyak kepada pertahanan," ujar Domenech seperti dilansir dari Reuters.
Dengan 4-3-3, maka sedikitnya pemain di lini tengah tim "Ayam Jantan" bisa menjadi celah bagi lawan untuk menembus pertahanan. Sementara menggunakan 4-5-1 berarti menumpuk pemain di tengah, pertahanan akan lebih ketat.
Laga pertama Piala Dunia tinggal dalam hitungan hari. Meski begitu Prancis masih belum menentukan formasi apa yang akan digunakan sebagai pola utama di Afrika Selatan nantinya.
Pro-kontra tentang penggunaan 4-3-3 pun berdatangan. "Lanjutkan saja, formasi itu bagus. Memang untuk pertahanan mereka harus mulai dari awal dan saya menilai itu akan menjadi awal yang berat," tukas eks pelatih Guy Roux.
"Sulit untuk melakukan perombakan, mengganti sistem seperti itu, dalam satu bulan. Jelas ada masalah besar di pertahanan," seru mantan pemain Christian Karembeu di L'Equipe.
Bagaimana dengan pemain? "Kami mengalami masalah ketika bola lawan diarahkan ke kanan, serta ketika harus menahan bola lebih lama. Saya tidak seperti Franck Ribery, Florent Malouda berbeda dengan Yoann Gourcuff," tukas winger Sydney Gouvou seperti dikutip dari The Canadian Press.
"Dengan formasi itu, penyerangan kami condong ke kiri. Tapi kami juga harus memainkan bola lewat kanan. Jadi masalahnya adalah bagaimana kami melakukan itu," lugas Gouvou.
Prancis akan melakoni pertandingan pertamanya melawan Uruguay pada 11 Juni, atau sehabis laga pembuka turnamen Afrika Selatan versus Meksiko.
(nar/a2s)











































