Di Piala Dunia 2006 Brasil tersingkir di babak perempatfinal setelah ditundukkan Prancis. Mereka pun gagal mempertahankan gelar juara yang mereka dapatkan di Korea-Jepang empat tahun sebelumnya.
Kaka yang saat ini berusia 28 tahun merupakan saksi sekaligus pelaku sejarah Brasil itu. Di Piala Dunia 2002 ia ikut mengangkat trofi walaupun hanya bermain total 25 menit. Adapun di Jerman ia sudah menjadi pemain inti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Buat kami para pemain, kesempatan bermain di turnamen sebesar Piala Dunia sangat menakjubkan. Saya sudah punya kepuasan besar saat menanginya di tahun 2002. 2006 tidaklah terlalu baik buat kami. Saya berharap bisa memuaskan fans kami di 2010 ini."
Tidak seperti biasanya, Brasil relatif tidak terlalu difavoritkan menjadi juara dunia tahun ini. Namun Kaka menegaskan tim arahan Carlo Dunga ini memiliki modal besar untuk meraih prestasi tinggi di Afrika Selatan.
"Saat ini kuncinya adalah keseimbangan. Kami punya tim yang sangat seimbang, dan itu membuat tim ini sangat kuat."
Pada laga ujicoba melawan Tanzania kemarin Kaka mencetak gol pertamanya untuk Brasil setelah mandul di 12 pertandingan. Jika ketajamannya kembali, dia layak dinominasikan ke dalam calon top skorer turnamen.
"Pada akhirnya hanya ada sedikit pemain: Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Fernando Torres, Luis Fabiano; semua pemain bisa menjadi top skorer. Tapi Anda tak bisa menjadi top skorer tanpa tim yang kuat di turnamen seperti Piala Dunia ini," tukas pemain Real Madrid itu.
Brasil tergabung dalam Grup G bersama Korea Utara, Pantai Gading dan Portugal. Laga perdana mereka adalah menghadapi Korea Utara di Ellis Park Stadium, Johannesburg pada Rabu (16/06/2010).
(a2s/roz)











































