Rooney adalah andalan Inggris di Afrika Selatan. Tapi emosinya yang dikenal acap tersulut di lapangan niscaya akan coba dimanfaatkan lawan. Maka tak ayal dia dituntut selalu bisa mengendalikan temperamen.
Dengan demikian, kritikan tak pelak dialamatkan untuk Capello yang malah baru saja mengumbar amarah setelah kesal dengan tindakan media yang menyoroti timnya di kamp latihan Inggris di Rustenberg, Rabu (9/6/2010) waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa yang dilakukan Capello ini kemudian langsung menuai kritik. Sang Italiano yang memang dikenal acap bertampang "angker" ini dinilai tak bisa memberikan contoh dalam mengendalikan emosi untuk para pemainnya sendiri, khususnya Rooney.
Meski begitu, Capello masih dibela oleh pemainnya sendiri. Pembelaan datang dari John Terry yang menilai marah-marahnya Capello ini seringkali dikarenakan alasan yang cukup kuat.
"Dia sangat tidak senang. Itu adalah yang terburuk, paling marah, saya pernah melihatnya ... dia marah-marah di paruh waktu. Saya belum pernah melihatnya seperti tadi tapi itu bisa dimaklumi."
"Itulah dia - dia seorang pemenang. Bahkan di latihan pun dia bisa marah seperti itu tanpa alasan," aku Terry.
Nah, sebenarnya bukan kali ini saja emosi Capello tersulut di Afrika Selatan. Beberapa hari lalu dia juga sempat marah-marah kepada ofisial keempat Amelia Masiu saat Inggris bersua Platinum FC Senin (7/6/2010) lalu.
"Perilakunya buruk sekali. Dia keluar dari area teknik dan saya hanya mengerjakan tugas saya. Anda harus mengikuti aturan permainan, tak peduli siapa orangnya, bahkan manajer Inggris."
"Dia bilang, 'Biarkan saya melatih tim saya,' tapi saya juga, kan, hanya melakukan tugas saja dengan minta dia kembali ke area teknik," curhat Masiu sebal di Mirror.
Pengadil lapangan di laga yang sama juga mengaku disemprot Rooney dengan kata-kata tak pantas. Nah lho!
(krs/arp)











































