Seperti diwartakan Reuters, Kamis (10/6/2010), pihak kedutaan China di Afsel melaporkan perampokan yang dialami warganya itu pada hari Rabu, padahal mereka baru beberapa jam berada di negara tersebut.
Tiga wartawan asal Negeri Panda itu diambil barang-barangnya saat menuju stadion di Soweto. Para perampok menyatroni mobil mereka yang sedang menepi, lalu melakukan aksi kriminalnya itu dengan bersenjatakan pistol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tahu, polisi sedang menangani situasi ini. Mereka menangkap tiga orang. Mereka telah mengembalikan barang-barang berharga mereka termasuk uang," demikian juru bicara FIFA Wolfsgang Eichler, yang menambahkan bahwa hotel tempat perampokan terhadap wartawan itu tidak masuk daftar yang direkomendasikan FIFA.
Sejak insiden kriminal itu terjadi, polisi setempat meningkatkan pekerjaannya. Namun FIFA tetap menuai kritik karena selama ini cenderung menyoroti soal kemacetan lalu lintas ketimbang keamanan.
"Memalukan sekali. Orang-orang yang ke sini untuk bekerja, untuk menunjukkan negeri ini kepada dunia, seperti tidak dihormati sama sekali," cetus Antonio Simoes, fotografer Portugal yang ditodong di hotel, lalu diambil kamera, yang, dan kartu kreditnya.
Celakanya lagi, beberapa juru foto peliput Piala Dunia juga melaporkan kehilangan perlengkapannya dari bagasi mereka begitu mendarat di bandara O.R Tambo, Johannesburg.
(a2s/roz)











































