Bersejarah karena Soccer City Stadium, Jumat (11/6) malam WIB, akan memanggungkan laga pembuka Piala Dunia antara Afsel kontra Meksiko. Dan itu jadi duel pertama Piala Dunia digelar di Benua Afrika.
Perjalanan Afsel ke hari ini bukannya tanpa halangan. Awalnya banyak yang meragukan kapabilitas Afsel sebagai tuan rumah jika dilihat dari faktor teknis mau pun non-teknis. Mudahnya adalah Bafana Bafana tak lolos ke Piala Afrika terakhir serta faktor keamanan yang masih rawan di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tekanan akan besar kepada kami besok. Ini adalah pertandingan Piala Dunia dan layaknya sebuah perang," sahut Parreira di Sky Sports.
"Laga pembukaan selalu sulit dan banyak tekanan. Seluruh negara terlibat dan anda bermain ditonton seluruh orang di dunia. Kami ingin bersenang-senang dan menikmati pertandingan," paparnya lagi.
Sebelum laga esok Afsel sudah bertemu tiga kali dengan Meksiko di mana El Tricolore unggul dengan dua kemenangan berbanding satu kemenangan milik Afsel. Ditambah janji Javier Aguirre yang akan merusak 'pesta' Afsel, jadilah laga ini sulit bagi tuan rumah.
Bagaimana pendapat Parreira mengenai hal itu?"Kami merespek mereka namun kami tidak takut," tegas merujuk pada rekor tak terkalahkan sejak Oktober 2009 di mana Parreira mulai menangani tim ini lagi.
"Mereka bermain dengan gaya mereka sendiri dan begitu pun kami. Bagusnya adalah Bafana Bafana kini mempunyai identitas, mereka percaya diri dan ingin membuktikan kemampuannya,"
"Kami ingin membuat negara ini bangga dan kami ingin menyulitkan tim mana pun yang jadi lawan kami," pungkas pria berumur 67 tahun itu.
(mrp/key)










































