Collina: Capello Juga Bisa Ramah

Collina: Capello Juga Bisa Ramah

- Sepakbola
Jumat, 11 Jun 2010 17:44 WIB
Collina: Capello Juga Bisa Ramah
London - Belakangan ini Fabio Capello kerap menunjukkan tempramen tinggi. Meski begitu, pelatih timnas Inggris tersebut diyakini akan memperlihatkan sisi lembutnya.

Capello berjanji akan membawa Inggris ke tangga juara di Piala Dunia 2010. Akan tetapi keyakinan Capello akan kiprah Inggris ternyata tidak seimbang dengan kondisi terakhir yang terjadi.

Maka dari itu, pelatih asal Italia tersebut menjadi mudah marah. John Terry yang merasakan ketegangan akibat kemarahan manajernya itu lantas menyarankan sang pelatih untuk mengurangi kebiasaan marah-marahnya itu. Sebab, hal tersebut justru akan menambah ketegangan yang sudah lebih dulu dihinggapi pasukan Three Lions.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendati demikian, Perluigi Collina menilai reaksi marah yang ditunjukkan Capello itu hal yang wajar.

"Ini adalah reaksi yang normal untuk pria yang bekerja selama tiga tahun dengan pemain dan bahkan saya telah membaca berita berkali-kali soal dia yang bukan teman dari para pemain, ini wajar," sahut mantan wasit terbaik dunia ini kepada Telegraph.

Meskipun keras, Capello diyakini bakal bisa menunjukkan sisi lembut hatinya. Collina mencontohkan kejadian di saat ia sedang bertugas memimpin pertandingan yang dimainkan oleh AC Milan. Ia melihat Capello menangis karena cedera yang dialami Marco van Basten.

"Anda (pemain) tetap harus menghormati ketika Anda menghadapi seorang pemain yang terpaksa pensiun karena cedera engkel. Wajar saja sedih. Itu reaksi manusia," lanjut pria berusia 50 tahun itu.

"Dia (Capello) bisa saja lebih kuat, tapi dia bukan terbuat dari besi atau batu. Dia memiliki hati, percayalah."

Inggris menjadi salah satu tim favorit kuat peraih gelar juara dunia di Afrika Selatan. Collina menilai Capello berhak untuk mendapat gelar kehormatan jika mampu membawa timnya kembali mengangkat trofi Piala Dunia sejak 1966.

"Coba lah untuk memikirkan sesorang yang datang dan membawa Piala Dunia setelah 44 tahun sejak yang pertama. Dia bisa menjadi (digelari) Sir, atau diberi gelar kebangsawanan atau menjadi seorang lord," pungkas pria berkepala gundul itu.

Pertandingan perdana Piala Dunia, pilih mana? Afrika Selatan atau Meksiko? Klik di sini!
(nar/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads