Pertandingan kontra Slovenia, Minggu (13/6) malam WIB sebenarnya berjalan baik bagi Aljazair sejak awal. Pasukan 'Rubah Gurun' itu sedikit menguasai jalannya laga dengan bikin tendangan lebih banyak ke arah gawang 10 berbanding tujuh milik lawan.
Namun bencana datang saat penyerang Abdelkader Ghezzal mendapat kartu kuning keduanya di menit ke-73 akibat menahan bola dengan tangan. Alhasil Slovenia pun lebih sedikit berada di atas angin dan mereka memanfaatkan betul dengan mencetak gol di menit ke-78 melalui Robert Koren.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang segalanya jadi sulit bagi kami. Peluang terbesar kami menang adalah melawan Slovenia hari ini dan kami membuang kesempatan itu," urai Saadane di Reuters.
Lebih lanjut Saadane pun tak mau menyalahkan kiper Faouzi Chaouchi terlihat teledor dalam mengantisipasi tendangan Koren serta Ghezzal yang berbuat konyol sehingga mendapat kartu merah.
"Sepakbola adalah olahraga yang penuh dengan kesalahan dan aku tidak ingin menyalahkan dua pemain itu. Aku pikir mungkin karena permukaan lapangan. Baik bola dan permukaan lapangan menyulitkan kedua tim," analisa pelatih gaek berusia 64 tahun itu.
"Kecepatan dan efeknya menyulitkan khususnya saat memberi crossing. Pemain harus menempatkan bola sebaik mungkin," ungkapnya.
"Chaouchi adalah kiper terbaik kami saat ini dan tak perlu dipertanyakan lagi. Dia sudah meminta maaf kepada saya dan tim. Tapi ini hal normal dan aku tak ingin memikirkan soal insiden itu lagi," pungkas Saadane.
(mrp/krs)











































