Kemampuan pemain Sevilla tersebut akan diuji dalam laga perdana di Grup G melawan Korea Utara Rabu (16/6/2010), di Ellis Park Stadium. Pasalnya, praktis kini Fabiano adalah target man andalan pelatih Dunga jika dibandingkan dengan 4 penyerang lainnya.
Catatan gol Fabuloso, sapaan akrabnya, di kancah internasional lumayan menjanjikan. Sejak debut melawan Nigeria pada tahun 2003, dia mampu merobek jala lawan sebanyak 25 kali dalam 37 pertandingan. Nama Fabiano juga kini bertengger di puncak pencetak gol terbanyak babak kualifikasi bagi tim 'Samba' dengan 9 gol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memperoleh trofi tahun ini bisa menjadi lompatan besar dalam karir Fabiano. Namun sayang, perjuangannya kali ini tidak akan disaksikan oleh sang kakek yang telah banyak memberikan inspirasi dalam dunia sepakbola.
"Sayangnya kakek saya tidak lagi bersama kita. Saya ingin memenangi Piala Dunia untuknya karena dia sudah seperti ayah. Dia adalah idola dan juga penggemar saya," curhatnya.
Usai melawan Korea Utara, ambisi Fabiano juga akan diuji dalam laga melawan Portugal dan Pantai Gading. Akankan ambisi Fabiano terwujud? Kita lihat nanti.
(mad/arp)











































