Hingga Selasa (15/6/2010) dinihari WIB, Piala Dunia 2010 sudah menggelar 11 pertandingan. Laga-laga tersebut menampilkan kecenderungan yang hampir sama yakni permainan berlangsung lambat di babak pertama.
Tidak banyak gol yang tercipta di awal babak pertama. Hanya gol Lukas Podolski (Jerman), Gabriel Heinze (Argentina), Lee Jung-soo (Korea Selatan), dan Steven Gerrard yang lahir di interval sepuluh menit awal laga. Sisanya rata-rata baru lahir ketika pertandingan berusia lebih dari setengah jam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami merasakan sedikit sulit dalam bernapas. Kebanyakan pertandingan dimainkan di tempat-tempat seperti ini. Jadi Anda tak akan menang bila Anda tak mampu mengatasi masalah ini," timpal kiper Denmark Thomas Sorensen.
Mayoritas kota penyelenggara Piala Dunia 2010 berlokasi di ketinggian di atas 1.000 meter dari permukaan laut (dpl).
Mereka adalah Johannesburg (1.753 meter dpl.), Nelspruit (1741 meter dpl.), Rustenburg (1500 meter dpl.), Blomfontein (1400 meter dpl.), Pretoria (1370 meter dpl.) dan Polokwane (1312 meter dpl.).
Faktor ketinggian ini juga mempengaruhi kinerja bola Jabulani yang mendapatkan banyak kritik dan membuat para kiper melakukan sejumlah blunder.
"Perbedaan utama yang terlihat adalah pada bola yang bergerak lebih cepat. Bola sangat sulit dikontrol. Itu menyulitkan bukan hanya bagi kiper namun juga pemain," ujar Sorensen.
Foto: Kesalahan kiper Inggris Robert Green dalam mengantisipasi bola dalam laga kontra Amerika Serikat akhir pekan kemarin (Getty Images)
(nar/roz)











































