Memasuki hari ketiga gelaran Piala Dunia 2010, tanda tanya besar memang mencuat terkait banyaknya kursi penonton yang kosong. Hal itu bisa dilihat pada laga Argentina kontra Nigeria dan Belanda versus Denmark, di mana masih ada ratusan hingga ribuan kursi kosong terlihat.
Kondisi tersebut jelas mengherankan mengingat sebelum kick off Piala Dunia lalu FIFA menyebut kalau penjualan tiket sudah mendekati 100%. Melalui salah seorang juru bicaranya, FIFA bahkan memastikan kalau penjualan tiket Afsel 2010 mendekati rekor penonton Piala Dunia 1994, di Amerika Serikat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah mencari sebelum Piala Dunia mulai tapi untuk dapetnya susah sekali. Saya pernah antri dari pagi sampai malam tapi tak dapat juga," keluh warga Pretoria yang akhirnya bisa dapat tiket setelah membeli melalui bank.
Dia mencurigai kalau ada permainan di balik penjualan tiket, khususnya di Afrika Selatan.
"Setiap orang cuma boleh membeli maksimal 10 tiket. Tapi saya sempat lihat ada yang keluar dari ruangan dan dia bawa setumpuk tiket. Ini kan mencurigakan," sambung dia.
Kalau kemudian beberapa stadion ternyata masih sepi penonton, itu diprediksi karena 'pemborong tiket' tersebut gagal menjual kembali tiketnya. Soalnya, belakangan FIFA dan kepolisian Afsel kerap merazia pemegang tiket dan menjanjikan hukuman bagi yang terlibat transaksi gelap tersebut.
Inilah yang kemudian membuat beberapa stadion dikabarkan membuka pintunya untuk fans yang tidak memiliki tiket demi membuat kursi penonton terlihat penuh.
"Beberapa stadion kabarnya membiarkan penonton tanpa tiket masuk supaya terlihat penuh. Info itu saya dapat dari kantor saya," ungkap seorang wartawan asal Italia pada detiksport di media center Soccer City Stadium.
"Saya belum dengan soal itu. Yang saya tahu, FIFA sekarang sedang menyelidiki kenapa banyak kursi kosong di beberapa pertandingan awal ini," timpal jurnalis lain di samping saya.
(din/roz)











































