Saat menghadapi Uruguay, Sabtu (12/6/2010) dinihari WIB, Malouda tak diberikan kesempatan mengawali pertandingan. Dia baru dimainkan pada menit 75.
Hal ini membuat media berspekulasi bahwa si pemain sayap kena getahnya setelah sehari sebelumnya terlibat perdebatan panas dengan Domenech dalam sesi latihan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya selalu menerima apa keputusan pelatih. Saya memang mengharapkan memulai pertandingan dan kaget, tapi itu bukan sebuah drama," kilah Malouda di Reuters.
"Sehari sebelum laga, saya melakukan dua pelanggaran (dalam latihan) dan dia (Domenech) sedikit menaikkan nada suaranya, itu saja kok," terang si pemain Chelsea.
Sebelum ini Malouda juga sempat cukup lama tak membela Prancis menyusul kritikan yang dia terima usai penampilan buruk 'Tim Ayam Jago' di Piala Eropa 2008.
Malouda kemudian mengaku kecewa karena merasa tak dibela Domenech dalam menghadapi terpaan kritik dari media. Mulai dari situlah muncul spekulasi kalau Malouda mulai "tersingkir" dari skuad utama.
"Usai 2008 saya menerima banyak kritik. Itu menyakitkan hati saya dan keluarga, tapi kami lantas berlibur dan mereka menghibur saya, mengatakan bahwa mereka ingin lihat saya berkostum Prancis lagi," tutur dia.
Maak dari itu, Malouda pun kini tak mau macam-macam lagi. Dia hanya ingin memberi yang terbaik untuk Prancis sebagaimana yang dia tampilkan untuk Chelsea.
"Saya akan menerima apa pun keputusan pelatih. Dia bosnya," tegas Malouda.
(krs/key)











































