Sejak dimulai pada 11 Juni lalu dengan laga Afrika Selatan kontra Meksiko, Piala Dunia kini sudah berlangsung lima hari dengan memanggungkan 14 pertandingan dari Grup A sampai Grup G.
Yang layak disorot sejauh ini adalah penampilan wasit dan para asistennya. Para pengadil lapangan hijau itu dinilai telah menjalankan tugasnya dengan sangat baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum-sebelumnya, bahkan di fase awal Piala Dunia, tidak jarang FIFA menghukum anggota korps baju hitam atas kesalahan-kesalahan mereka. Bahkan, tak jarang bila ada wasit yang malah diparkir alias tidak diberi kesempatan memimpin pertandingan.
"Tiga ofisial yang bertugas telah bertindak mengagumkan di semua pertandingan. Kami senang dengan berlangsungnya Piala Dunia sejauh ini," kata Villa yang juga Presiden Komite Wasit FIFA.
Di pertandingan pertama, sempat muncul kontroversi saat wasit Ravshan Irmatov asal Uzbekistan menganulir gol Meksiko yang dicetak Carlos Vela. Kontroversi reda karena tindakan Irmatov ternyata benar. Irmatov juga banyak dipuji karena ia tetap tenang menanggapi protes para pemain serta tidak mudah mengacungkan kartu.
Dalam laga berikutnya antara Prancis kontra Uruguay, wasit Jepang Yuichi Nishimura juga tampil apik serta tidak mudah termakan aksi tipu-tipu para pemain.
Sejauh ini, sudah ada empat kartu merah yang pernah keluar dari kantong wasit. Satu-satunya yang agak dipertanyakan adalah diusirnya Tim Cahill lewat kartu merah langsung.
Juru bicara FIFA Nicolas Maingot menyebut bahwa primanya performa para pengadil adalah buah dari persiapan yang panjang.
"Secara umum, FIFA telah menanamkan banyak upaya untuk para wasit. Mereka bersiap bertahun-tahun, memimpin pertandingan berbarengan di sejumlah kompetisi FIFA," kata Maingot.
"Mereka bekerja bertiga, datang dari negara yang sama atau dari wilayah yang sama dan bicara dalam bahasa yang sama. FIFA juga sangat aktif mengembangkan kemampuan wasit," jelasnya.
(arp/a2s)











































