Mendominasi pertandingan, Brasil tak bisa menyentuh gawang Korut sepanjang 45 menit pertama. Mereka baru berhasil melakukannya melalui tendangan Maicon di menit 55, kemudian Elano di menit 71, sebelum Korut memperkecil skor di menit-menit terakhir.
"Ini soal efisiensi," tukas pelatih Dunga, mantan gelandang bertahan yang telah membangun tim dalam citranya sendiri, termasuk cuma memanggul empat penyerang top dalam skuad 23 pemainnya.β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ditangani Dunga Brasil sering memenangi pertandingan berkat aksi individu brilian pemain-pemainnya. Pertahanan mereka juga sangat kokoh dan kerap mencetak gol dari bola-bola mati.
βJika Anda bertemu tim yang menyerang, Anda menciptakan banyak ruang. Tapi kalau mereka bermain sangat rapat, pasti lebih sulit melakukan counter attack, dan Anda harus terus menekan,β tambah Dunga, merujuk pada Korut yang bermain bertahan dalam laga tadi malam.
Brasil kini memimpin Grup G dengan nilai tiga. Lawan mereka berikutnya adalah Pantai Gading (20/6) dan Portugal (25/6). (a2s/arp)











































