Maradona baru berusia 26 tahun waktu itu dan tengah berada di puncak karirnya sebagai pesepakbola. Argentina pun banyak bertumpu pada kepiawaiannya untuk berbicara banyak di Piala Dunia yang kala itu dihelat di Meksiko.
Tak ada yang bisa melupakan bagaimana ia akhirnya mencetak banyak cerita saat itu, salah satunya yang paling terkenal: gol Tangan Tuhan. Cerita lainnya adalah dirinya kemudian sukses mengantarkan 'Tim Tango' menjadi juara dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu punggawa Korsel kala itu adalah Huh Jung-Moo yang kini menjadi pelatih skuad Taeguk Warrior. Bagi Maradona, Huh adalah musuh lama. Ia masih ingat bagaimana Huh dan rekan-rekannya menerapkan permainan keras terhadapnya dan skuad Argentina.
"Saya ingat dengan baik siapa itu Huh," ujar Maradona di Reuters.
"Tahun 1986, Korea bermain taekwondo melawan kami, bukan sepakbola," kenang pria yang kini berusia 49 tahun itu.Β Β Β
Toh demikian, Korsel gagal menghentikan Maradona. Meski tak mencetak gol, ia sukses memimpin Argentina menggulung lawannya itu dengan skor 3-1--di mana ketiga golnya diciptakan Jorge Valdano (dua gol) dan Oscar Ruggeri.
Lalu, bagaimana kali ini? Bisakah Maradona kembali mengorkestrasikan kemenangan untuk Argentina? Nanti dulu. Patut diingat bahwa Korsel melewati pertandingan perdana di Grup B ini dengan menawan--tampil menyerang dan akhirnya menaklukkan Yunani dengan skor 2-0.
Argentina sendiri tampil bagus kala menekuk Nigeria 1-0. Tetapi mereka kesulitan mencetak gol dalam laga tersebut akibat penampilan gemilang dari kiper Super Eagles, Vincent Enyeama.
Β
(roz/a2s)











































