Korut berhasil mendemostrasikan pertahanan solid ketika melawan Brasil dua hari lalu. Juara dunia lima kali itu dibuat menunggu sampai 10 menit memasuki babak kedua sebelum akhirnya membuat gol pertama lewat Maicon dan memenangi pertandingan 2-1.
Kalou menilai timnya harus mencontoh pertahanan rivalnya tersebut kala menghadapi Brasil dalam pertandingan yang dilangsungkan Minggu (20/6/2010) di Soccer City Stadium. Apalagi setelah hasil imbang 0-0 kontra Portugal, Les Elephants diwajibkan menang untuk menghidupkan peluang lolos ke 16 Besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memliki pemain yang bisa membuat sebuah perbedaan, kekuatan kami akan selalu menyerang tapi kami juga harus fokus di pertahanan. Ketika Anda bermain melawan sebuah tim yang lebih kuat, seseorang harus menghentikan mereka bermain dan setelah itu bermain dengan kekuatan: bagi kami itu adalah teknik dan menangkap mereka di serangan balik."
Kalou menyadari Brasil merupakan tim yang tangguh seperti halnya Portugal. Supaya bisa mencuri poin, Pantai Gading harus lebih menyerang tetapi juga lebih rapat dalam bertahan.
"Brasil adalah tim yang ada di level yang sama dengan Portugal dengan banyak pemain yang memiliki skill individu yang berbeda. Kami harus bermain sama seperti saat melawan Portugal: rapat sebagai satu kesatuan dan bertarung untuk setiap bola. Kami tidak boleh membiarkan Brasil memainkan permainan alami mereka," lanjut pemuda berusia 24 tahun ini.
"Kami harus melanjutkan pertahanan yang telah kami lakukan saat berhadapan dengan Portugal tetapi harus lebih banyak menyerang dan realistis ketika kami berada di depan gawang. Tetapi pada dasarnya kami bagus, dan kami harus mempertahankan hasil positif ini," pungkas Kalou.
(a2s/arp)











































