Usai ditahan imbang Amerika Serikat di laga perdananya di Piala Dunia 2010, Inggris lagi-lagi gagal mereguk poin penuh di babak penyisihan Grup C. Bahkan kala melawan Aljazair, tim yang kualitasnya jauh di bawah mereka, skuad 'Tiga Singa' juga gagal meraih kemenangan setelah bermain imbang tanpa gol.
Terkait hasil mengecewakan itu, ribuan fans Inggris yang memadati stadion Green Point pun marah. Mereka mencibir para pemain Inggris usai wasit meniupkan peluit tanda pertandingan berakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya, tentu saja. Ini sebuah jalan yang panjang untuk bisa tampil di sini, mereka (fans) ingin apa yang terbaik untuk kami dan kami juga demikian," ucap midfielder Manchester City itu kepada Sky Sports.
"Kami ingin lolos dan mereka masih ingin lama tinggal di sini (Afsel) dan melihat kami melaju sejauh mungkin."
Dengan hanya dua poin yang dikoleksi, nasib Inggris di turnamen ini ditentukan di partai akhir melawan Slovenia, Rabu (23/6/2010). Sebuah kemenangan akan meloloskan Barry dkk ke fase knock out.
"Sisi positif masih ada di tangan kami, kami akan menghadapi hari Rabu untuk mencoba, meningkat dan memenangkan pertandingan," imbuh eks pemain Aston Villa itu.
"Saya rasa kami tidak akan bermain dengan rasa takut. Kami cukup percaya diri sebelum laga. Kami tahu kalau kami masih bisa meningkatkan permainan kami dan mengalahkan Slovenia," tuntas Barry.
(mrp/key)











































