L'histoire se repete atau yang berarti sejarah berulang. Sebuah ungkapan yang ada di masyarakat Prancis.
Tidak hanya di persoalan politik, di sepakbola pun sebuah sejarah kembali terulang tepatnya di timnas Prancis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemain yang bersinar bersama Manchester United itu mengungkapkan kekecewaannya karena tidak masuk tim untuk melawan Cekoslowakia pada tahun 1988. Selanjutnya, selama era kepelatihan Michel pemain berjuluk "The King" itu tak pernah berseragam Prancis.
Cantona kembali memperkuat timnas ketika Michel Platini naik jabatan sebagai pelatih kepala.
Cerita itu kembali berulang. Kali ini giliran Nicolas Anelka yang mencatatkan namanya. Striker Chelsea itu dipulangkan dari Piala Dunia 2010 usai dinilai menghina Raymond Domenech.
Ini bukan kali pertama Anelka berulah. Ia pernah menolak bermain ketika timnas ditangani Jacques Santini dan selama tiga tahun ujung tombak yang pernah memperkuat Real Madrid itu tidak memperkuat tim Ayam Jantan. Ia kembali berseragam Prancis ketika Domenech menjadi pelatih. Anelka comeback pada November 2005.
Terlepas dari sikapnya di luar lapangan, Anelka sendiri mendapatkan kritik dari personel Prancis yang membawa negara itu juara dunia tahun 1998.
"Apa yang membuat saya terganggu adalah kinerja Nicolas Anelka di babak pertama (melawan Meksiko). Saya melihat seorang pemain berjalan-jalan...Berjalan-jalan di Piala Dunia," seru Bixente Lizarazu seperti dilansir dari Associated Press.
"Dia tak agresif, tidak tertarik dengan permainan. Domenech menggantinya saat turun minum, tetapi keputusan itu seharusnya dilakukan sebelumnya. Pemain tidak boleh tampil secara egois. Pemain harus menunjukkan komitmennya," tuntas Lizarazu.
(nar/krs)











































