Pertandingan yang dihelat di Soccer City Stadium, Senin (21/6/2010) dinihari WIB, memasuki menit 50 ketika Fabiano dengan skill ciamik mengecoh beberapa bek Pantai Gading. Ia mengangkat bola, menahan dengan badannya, kemudian melepaskan tendangan kaki kiri. Gol, dan Brasil pun unggul 2-0.
Yang menjadi masalah adalah proses terjadinya gol tersebut. Eriksson mengklaim, penyerang yang bermain di Sevilla itu sempat menyentuh bola dengan tangannya sebelum menceploskan bola ke gawang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gol itu tak seharusnya disahkan. Gol itu mengubah arah pertandingan," ujarnya di Yahoosports.
"Gol itu mengubah kedudukan jadi 2-0, itu mengubah segalanya. Yang membuatnya jadi sulit adalah ia dibiarkan menggunakan tangannya. Tentu saja itu handball, dan tak hanya sekali, tapi dua kali," keluh pelatih asal Swedia ini.
Wasit Stephane Lannoy sesungguhnya tak hanya memberikan "keuntungan" untuk Brasil. Sebab, pada menit 88 ia mengusir Kaka yang dinilai melakukan sikutan terhadap Kader Keita. (roz/key)











































