Ini Piala Dunia, Lippi

Ini Piala Dunia, Lippi

- Sepakbola
Senin, 21 Jun 2010 07:00 WIB
Ini Piala Dunia, Lippi
Nelspruit - Tidak pas kiranya bila dalam turnamen resmi macam Piala Dunia pelatih masih saja melakukan eksperimen. Hal inilah yang membuat Italia tak kunjung memetik hasil maksimal di Afrika Selatan.

Dua kali bertanding, dua kali seri, mencetak dua gol dan dua kali kebobolan. Itulah hasil yang didapatkan Azzuri selama berlaga di Piala Dunia 2010.

Dua gol Italia yang dihasilkan sejauh ini semuanya melalui situasi bola mati, tak lewat set play yang rapi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melawan Paraguay, gol juara dunia 2006 itu diawali lewat situasi sepak pojok. Sedang menghadapi Selandia Baru, gol Italia diciptakan melalui tendangan penalti.

Dari dua pertandingan itu, Italia sering memainkan pola bola-bola panjang serta crossing dari sayap yang terbukti belum efektif. Boleh jadi ini merupakan alternatif karena ketiadaan gelandang kreatif macam Andrea Pirlo.

Seperti diberitakan Football-Italia, kala melawan Selandia Baru Lippi memainkan dua formasi yakni 4-2-3-1 dan kemudian diganti menjadi 4-4-2.

Kondisi ini membuat pemain mengaku bingung. "Di Piala Dunia banyak dari pemain kami tidak bermain dalam posisi aslinya karena pelatih melakukan banyak eksperimen," ujar Claudio Marchisio.

"Melakukan perubahan terlalu banyak juga membuat pemain melakukan kesalahan-kesalahan dan itu menciptakan kebingungan. Namun pelatih punya wewenang untuk bereksperimen dalam situasi seperti ini," tukas gelandang Juventus itu.

Eksperimen telat yang dilakukan Lippi ini membuat Italia saat ini berada dalam situasi sulit untuk menggapai tiket 16 besar.

(nar/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads