Datang sebagai favorit juara di turnamen ini Inggris belum jua menunjukkan penampilan maksimalnya. Dari dua laga berlalu The Three Lions hanya meraih dua poin dari hasil imbang kontra Amerika Serika dan Aljazair.
Kini Inggris diambang kegagalan lolos apabila tak mampu mengalahkan pemuncak klasemen Grup C Slovenia di laga pamungkasnya. Tak ayal cibiran serta kritikan pun berdatangan ke tubuh tim asuhan Fabio Capello itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sendiri melihat beberapa pemberitaan pagi ini. Lalu saya datang ke sini (mendatangi para jurnalis) atas nama pemain untuk bilang tidak ada kekisruhan yang terjadi di kamp latihan kami," ujar Terry di Sky Sports.
"Kami jelas masih kecewa dengan game malam itu (kontra Aljazair) namun kami datang ke lapangan latihan dan harus bisa membangkitkan diri kami untuk sadar kami punya game pamungkas yang harus dimenangi," lanjut Terry.
Terry yang mantan kapten tim dan sampai sekarang masih dianggap sebagai pemain paling vokal di ruang ganti, meminta rekan-rekannya untuk berkonsentrasi penuh kepada duel kontra Slovenia.
Ia pun meyakinkan bahwa seluruh anggota St George Cross sepenuhnya mendukung Capello.
"Saya tidak mau kesini dan mempertanyakan manajer. Saya di sini atas nama semua pemain mendukung penuh manajer kami (Capello)," tegas Terry.
"Sejak kedatangannya manajer punya caranya sendiri, filosofi serta ide dan itu bekerja bagus selama ini. Jadi tak ada yang mesti berubah," tukasnya.
"Kami tidak harus mencari kesalahan atau mengkritik manajer. Dia bertanggung jawab atas tugasnya sebagai manajer Inggris. Yang bisa kami lakukan sebagai pemain adalah tetap bersatu dan menang," lugas bek berusia 29 tahun itu.
(mrp/roz)











































