Yunani akan menjalani partai krusial babak penyisihan Grup B menghadapi Argentina, Rabu (23/6/2010) dinihari WIB. The Pirate Ship wajib memiliki hasil yang lebih baik dari yang dibukukan Korea Selatan yang meladeni Nigeria agar bisa melaju ke babak berikutnya.
Akan tetapi, lawan Yunani agaknya kurang mujur karena lawan yang dihadapi adalah tim kuat Argentina yang hampir pasti lolos. Di dalam pertemuan terakhir keduanya yakni di Piala Dunia 1994, Yunani dibantai empat gol tanpa balas oleh Albiceleste yang ketika itu masih dibela sang legenda, Diego Maradona.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mewaspadai kami bermain melawan Messi, pemain terbaik di dunia. Tapi saya tidak akan mengatakan kepada Anda bagaimana kami akan menghentikan Messi karena itu rahasia," cetus pelatih yang mengantarkan Yunani meraih gelar Eropa 2004 itu di situs resmi FIFA.
"Tetapi kapan pun kami kan siap untuk menyerang Messi, meskipun belum ada tim yang bisa menghentikan dia."
"Setiap pemain harus bermain 110% dan pertandingan dimulai dari skor 0-0," lanjut Rehaggel merujuk pada rekor buruk skuadnya atas Argentina.
Pemain tengah Yunani, Konstantinos Katsouranis juga berhasrat untuk meredam sepak terjang Messi. Pemain tengah berusia 31 tahun tersebut menilai hal itu bisa tercapai jika dikerjakan secara kolektif.
"Satu orang pemain pastinya tidak akan sanggup untuk menghentikan Messi tapi jika satu tim sebagai satu kesatuan, ya, tentu saja kami bisa membatasi dia dan itu yang akan kami lakukan," timpal pemain Pananthinaikos itu.
(roz/key)











































