Inggris Seperti Prancis? Tidak!

Inggris Seperti Prancis? Tidak!

- Sepakbola
Selasa, 22 Jun 2010 09:47 WIB
Inggris Seperti Prancis? Tidak!
Johannesburg - Inggris diganggu masalah dressing room menyusul ulah John Terry yang kemudian disebut Fabio Capello sebagai sebuah 'kesalahan besar'. Tapi jika dikatakan Inggris seperti Prancis, mereka menolak.

Terry secara "teledor" mengkritik Capello setelah tim mereka tidak mendulang kemenangan di dua pertandingan pertamanya di Grup C. Kritikan itu disampaikan bek asal Chelsea itu secara terbuka, yaitu kepada pers.

Setelah melakukan pertemuan dengan para pemain, Terry meminta Capello membuat tim baru, taktik baru dan pendekatan yang lebh segar untuk pertandingan terakhir melawan Slovenia besok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Capello kecewa dengan hal itu dan mengungkapkan secara terbuka pula kepada jurnalis. "Saya tak mengerti, kenapa dia tidak bicara saja dengan saya," ujarnya kepada sebuah stasiun televisi Inggris. "Kalau Anda harus bicara, bicarakanlah secara pribadi, dan tidak dengan kalian (media)."

"Ini kesalahan besar. Sangat besar. Saya tahun, kadang-kadang beberapa pemain ingin bicara lebih banyak dengan kalian (media) dibanding pemain-pemain lain. Ini sebuah kesalahan," sambung pelatih asal Italia itu.

Akan tetapi, ketika disebutkan kemungkinan hal ini sebagai pertanda "pemberontakan" sebagaimana sedang dilakukan tim Prancis, Capello dengan tegas membahasnya.

"Saya sudah bicara dengan beberapa pemain, dan saya pikir hanya John Terry yang mengatakan hal ini," tukasnya. "Ini bukan sebuah revoulsi. Ini cuma kesalahan satu pemain, bukan revolusi."

Terry sendiri akhirnya meminta maaf atas kelakuannya itu. Pemain yang dicopot ban kaptennya oleh Capello karena skandal perselingkuhannya itu mengatakan, dirinya terlalu "jujur" dalam mengungkapkan perasaannya kepada media.

"Saya tak pernah berniat mengecewakan manajer atau para pemain. Kalau saya telah melakukannya, saya minta maaf," demikian Terry dalam wawancaranya dengan Daily Mail.

"Saya sudah berbicara dengan manajer dan memberi dukungan penuh pada dia. Saya ingin tekankan, saya tidak percaya bahwa saya telah membuat gangguan di kemp ini," tambah dia.

Sebelum Terry meminta maaf, wakil kapten Frank Lampard, yang dianggap sebagai juru bicara pemain yang paling pandai berbicara kepada publik, mencoba menjernihkan masalah itu, dan juga "membantu" Terry.

"Begitulah John. Dia pria yang penuh semangat, pemain yang senantiasa bergairah. Tapi itu cuma pertemuan biasa. Setiap minggu, tiga atau empat dari mereka membahas berbagai macam hal, dan itu sama sekali tidak berlangsung panas," tutur Lampard.

Inggris harus mengalahkan Slovenia hari Rabu besok supaya bisa menggenggam tiket ke putaran 16 besar, menyusul hasil seri melawan Amerika Serikat dan Aljazair. Slovenia saat ini memimpin Grup C dengan nilai empat.

Inggris adalah tim favorit yang dalam situasi tidak aman di babak grup selain Prancis dan Italia. Prancis adalah yang terburuk karena mereka sedang dilanda krisis interen. Terakhir, beberapa pemain ditengarai tak ingin ikut bertanding melawan Afrika Selatan malam ini.
(a2s/nar)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads