Atas Nama Kehormatan

Jelang Afsel vs Prancis

Atas Nama Kehormatan

- Sepakbola
Selasa, 22 Jun 2010 11:02 WIB
Atas Nama Kehormatan
Bloemfontein - Tak menutup kemungkinan bila upaya keras Prancis atau Afrika Selatan tidak akan membuahkan hasil apa-apa. Tetapi kedua tim tetap bakal tampil ngotot atas nama kehormatan.

Prancis dan Afsel akan saling berhadapan di laga terakhir Grup A malam ini. Namun upaya keras keduanya bisa jadi kandas bila di pertandingan lain Uruguay dan Meksiko "memilih" bermain imbang.

Bukan menuduh dua negara di kawasan Amerika itu bakal bermain mata atau melakukan "kesepakatan jahat". Tetapi bisa diterima bila La Celeste atau pun El Tri sedikit menyimpan tenaga untuk perjalanan selanjutnya, toh posisi keduanya sudah relatif aman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kembali ke Afsel kontra Prancis, partai ini bernilai lebih dari sekadar tiga poin. Pertandingan ini juga bisa menjadi ajang menjaga kehormatan bagi Bafana-bafana atau pun Les Bleus.

Kedua tim tengah bermasalah. Afsel tengah disorot pasca kekalahan mencolok dari Uruguay 0-3 dalam laga sebelumnya. Anak buah Carlos Alberto Parreira terancam menjadi tuan rumah pertama yang gagal lolos dari fase grup Piala Dunia.

Prancis? Lebih parah lagi. Konflik internal memicu kekacauan dalam tim. Striker utama Nicolas Anelka dipulangkan, pemain mogok berlatih, pelatih Raymond Domenech kehilangan respek, dan keprihatinan serta kritik dan kecaman berdatangan dari Negeri Mode.

Soal kehormatan ini diungkapkan oleh dua mantan pemain bintang kedua negara, Lucas Radebe dan Zinedine Zidane.

"Kita semua sudah tahu apa yang terjadi pada tim dan membicarakan itu sudah tak penting lagi. Memang peluang sangat kecil, tapi mereka masih punya kesempatan untuk melaju," tandas Zidane seperti dikutip dari situs resmi FIFA.

"Laga ini akan berlangsung berat, mengingat kedua negara masih belum tampil maksimal. Mereka harus mendapatkan poin maksimal. Bukan hanya untuk lolos ke babak berikut, tapi juga menyelamatkan citra dari negara masing-masing," ungkap Radebe.

Meski negaranya bakal saling bunuh, namun Zizou dan Radebe juga saling memuji sang calon lawan.

"Kita tidak boleh melupakan bahwa Afrika Selatan tampil di kandang sendiri dan sejauh ini belum tampil bagus. Mereka bakal menampilkan yang terbaik demi suporter, untuk memberikan kebanggaan pada negara mereka," ujar Zidane.

"Jujur kita melihat Prancis yang mengalami penurunan. Tetapi Prancis adalah mantan juara dunia, jadi Anda tidak bisa mencoret mereka. Prancis ingin membuktikan kapasitasnya," timpal Radebe.

Siapa yang berhasil mempertahankan reputasinya? (nar/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads