Prancis kisruh. Ini berawal dari dipulangkannya Nicolas Anelka akibat berkata-kata kasar kepada pelatih Raymond Domenech.
Namun pengusiran striker Chelsea itu tak menyelesaikan masalah. Justru problem yang ada semakin ruwet. Sejumlah pemain mogok latihan. Imbasnya, Prancis kemungkinan besar tak diperkuat sejumlah pemainnya menyusul rencana Domenech tak menampilkan para pemain yang membangkang itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini nama-nama para pengkhianat tersebut mencuat ke permukaan. Ofisial Prancis Henri Monteil mengatakan ada tiga hingga empat pemain yang menjadi otak dari kekacauan ini.
"Tiga-empat pemain itu adalah pemimpin (dari kekacauan ini). Para pemimpin itu adalah pemain yang tak pernah bermain di Piala Dunia lagi. Siapa mereka? Mereka adalah William Gallas, Eric Abidal, dan Thierry Henry, yang merupakan kawan dari Nicolas Anelka," ujar Monteil seperti dikutip dari media Inggris The Sun.
Monteil juga mengungkapkan masih ada pemain yang berdiri di belakang Domenech. "Beberapa pergi menemui Domenech. Mereka menangis, menyesali apa yang terjadi. Mereka adalah para pemain muda."
Ungkapan ini memang belum terbukti dan baru klaim. Tetapi jika benar para senior itu merupakan dalang bagi kekacauan ini, maka kondisi timnas Prancis memang benar-benar tragis.Β
Foto: William Gallas, Thierry Henry, Nicolas Anelka, dan Patrice Evra kala menjalani sesi pemusatan latihan di Pegunungan Alpen, Prancis, 23 Mei 2010. Gallas, Henry dan Anelka dituding sebagai penyebab kekacauan di timnas Prancis di Piala Dunia 2010 (Getty Images)
(nar/krs)











































