Mari kita ringkas saja apa yang dialami oleh Prancis dalam Piala Dunia kali ini: Setelah hanya bermain imbang melawan Uruguay, mereka takluk di tangan Meksiko. Di laga terakhir, mereka kembali kalah, dan kali ini dari tuan rumah Afrika Selatan. Prancis pun angkat koper dengan hanya menghasilkan satu gol sepanjang turnamen.
Yang makin membuat hancur adalah kisruh di dalam tubuh skuad, di mana pelatih Raymond Domenech kehilangan kepercayaan dari sebagian pemain-pemainnya. Nicolas Anelka dipulangkan akibat menghinanya, Patrice Evra, sang kapten, memboikot latihan dan tak bermain di laga terakhir. Apa lagi yang tersisa?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka bermain di Piala Dunia, bukan di turnamen kelas enam," keluh Dugarry di ESPN Star.
"Seluruh dunia menertawakan kami hari ini," simpulnya.
Well, Prancis memang tak pernah sepi dari pembicaraan. Bahkan sejak sebelum dimulainya turnamen, mereka sudah dihujani kritik lantaran permainan mereka tak cukup meyakinkan. Bahkan untuk lolos ke Piala Dunia pun mereka butuh gol William Gallas yang berbau handball dari Thierry Henry.
Publik Republik Irlandia yang dirugikan Gallas tersebut pun mungkin tengah tersenyum kini.
(roz/key)
