Terseok-seok di kualifikasi dan hampir tak lolos, metode pemilihan pemain dan tingkah laku kontroversial adalah bumbu-bumbu yang diberikan Maradona saat ditunjuk menangani tim ini dua tahun lalu.
Namun pada perjalanannya akhirnya Maradona mampu membawa Argentina lolos ke Piala Dunia. Apakah berhenti sampai di situ saja? Tidak karena keputusan Maradona meninggalkan beberapa pemain senior serta membawa pemain yang minim pengalaman mengundang kecaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laga kontra Nigeria menjadi ujian pertama Maradona. Meski mampu menang dengan skor tipis 1-0, penampilan mereka saat itu masih belum meyakinkan. Namun di dua laga berikutnya Maradona langsung menutup rapat mulut para pengkritiknya.
Performa yang terbilang apik atau boleh dibilang luar biasa ditunjukkan Lionel Messi dkk. Korea Selatan dibantai dengan skor 4-1 dan dengan tim kelas duanya menundukkan Yunani lewat skor 2-0. Juara dunia dua kali itu lolos ke 16 besar dengan nilai sempurna sebagai juara grup.
"Apapun yang ada katakan itu salah... Anda menunjukkan respek yang rendah kepada para pemain ini... (dan) harusnya anda meminta maaf kepada para pemain itu karena mereka telah memberikan segalanya di lapangan karena mereka 100 persen profesional," tegas Maradona yang dilansir Reuters.
"Kami melakukan tugas kami, kami selalu membela nama Argentina seperti yang sudah-sudah," lanjutnya.
"Ini semua adalah para pemain yang sama di kualifikasi. Semua orang pasti berbuat kesalahan namun aku senang bila ada pihak-pihak lain yang meminta maaf (atas kritik mereka lalu)," tutup 'Si Tangan Tuhan'.
(mrp/key)











































