Pemanggilan Palermo ke Piala Dunia oleh Maradona dianggap sebagai salah satu keputusan "gila" pelatih Diego Maradona. Pasalnya pemain Boca Juniors itu dinilai sudah terlalu uzur, 36 tahun, untuk berlaga di turnamen seberat Piala Dunia.
Selain itu Palermo juga dikenal dengan reputasi buruknya. Ia masuk Guinness Book of World Records karena kegagalannya mengeksekusi tiga tendangan penalti kala menghadapi Kolombia di Copa America 1999.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun keputusan "Si Tangan Tuhan" berbuah manis. Palermo berhasil mencetak gol penting di babak kualifikasi zona Amerika Selatan ketika menghadapi Peru, Oktober 2009. Ketika itu El Loco berhasil membobol gawang Peru di menit terakhir dan mengantar Argentina menang 2-1.
Palermo kembali membuktikan kualitasnya kali ini di panggung Piala Dunia. Tampil sebagai pemain pengganti menghadapi Yunani, Rabu (23/6/2010) dinihari WIB, pemain kelahiran 7 November 1973 itu berhasil merobek gawang tim Eropa itu untuk membawa Argentina menang 2-0. Sebuah kemenangan yang menghadirkan kesempurnaan bagi Albiceleste.
"Saya sangat emosional. Semua merayakan gol ini, seperti layaknya mereka semua ikut mencetak gol-nya," ujar Palermo seperti dikutip dari situs resmi FIFA. Gol ini sekaligus menobatkannya sebagai pemain tertua asal Argentina yang membukukan gol di Piala Dunia.
Apa alasan Maradona memsukkan Palermo? "Apa yang terjadi dengan Martin (Palermo) sungguh gila. Sebelum memutuskan siapa pemain pengganti yang akan masukkan, saya berdikskusi dengan asisten pelatih Hector Enrique dan Alejandro Mancuso," jelas Maradona.
"Mereka semua ingin saya memasukkan El Pipita (Gonzalo Higuain) lalu saya mengatakan: apakah itu perlu? Selanjutnya saya berkata: Martin kamu tampil. Dan keputusan itu berhasil!" serunya.
"Sebelum dia masuk lapangan, saya beri instruksi sederhana saja: bermainlah dan akhiri perlawanan mereka," tutup Maradona. (nar/mad)











































