Bafana Bafana Tetap Bikin Bangga

Bafana Bafana Tetap Bikin Bangga

- Sepakbola
Rabu, 23 Jun 2010 20:28 WIB
Bafana Bafana Tetap Bikin Bangga
Johannesburg - Prancis dan Afrika Selatan sama-sama gagal lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2010. Tapi nasib mereka sama sekali berbeda di mata media negaranya: satu dicerca, lainya dibanjiri puja-puji.

Dua tiket lolos dari Grup A telah dipegang oleh Uruguay dan Meksiko. Imbasnya, tuan rumah Afsel dan Prancis tak kebagian dan harus rela minggir guna hanya jadi penonton di sisa turnamen.

Untuk Prancis, kegagalan tersebut membuat tim besutan Raymond Domenech tersebut habis-habisan dicela media negaranya. Apalagi di laga terakhir 'Ayam Jago', yang di gelaran ini banyak dibelit masalah, keok 1-2 dari Afsel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal sebaliknya dialami oleh Afsel. Kendati tersingkir, perjuangan mereka untuk tetap bertahan --yang akhirnya berbuah kemenangan atas Prancis di laga terakhir fase grup-- dapat penghargaan dari kalangan media lokal.

"Akhir yang luar biasa!" tulis The Times di halaman depannya, seperti dilansir situs FIFA.

"Bafana boleh saja tersingkir dari Piala Dunia, tapi kemenangan 2-1 atas Prancis membuat kami bangga," beber surat kabar yang memajang besar-besar foto kapten Afsel Aaron Mokoena yang sedang berterima kasih kepada fans usai laga lawan Prancis itu.

Jika menilik papan klasemen, Afsel sebenarnya punya poin setara dengan Meksiko yang ada di posisi dua. Namun, perkara selisih gol --Meksiko unggul dengan 3-2 karena Afsel cuma punya 3-5-- membuat Mokoena cs gagal melaju.

"Bafana sudah melakukan sesuatu yang melebihi skor mana pun di papan klasemen... mereka sudah membantu menyatukan bangsa ini," sebut tajuk rencana di The Citizen.

Media-media lain bak tak mau kalah menyanjung para pemain Afsel. The Sowetan lugas menyebut pemain tim nasionalnya dengan sebutan "para pahlawan", Business Day memuji habis "usaha pantang menyerah" tim besutan Carlos Alberto Parreira itu, sementara The Star menyoroti penampilan "gagah berani" Afsel.

Menilik catatan sejarah, Afsel sebenarnya justru menorehkan rekor tak positif karena menjadi tuan rumah pertama yang gagal lolos dari fase grup pertama. Tapi "dosa" itu seperti sudah luntur karena kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa mereka memang sudah memberikan usaha sekuat tenaga.

Maka tentu tak mengapa, bukan, jika mereka masih kebagian pujian?
(krs/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads