Bukan 'Tiga Singa', tapi 'Paman Sam'

Bukan 'Tiga Singa', tapi 'Paman Sam'

- Sepakbola
Kamis, 24 Jun 2010 00:29 WIB
Bukan Tiga Singa, tapi Paman Sam
Pretoria - Di atas kertas, Inggris jelas berada di atas Amerika Serikat, dan otomatis lebih diunggulkan. Tapi klasemen akhir Grup C berkata lain: 'Paman Sam' berada di atas 'Tiga Singa'.

AS dan Inggris bertemu di partai pembuka Grup C pada 12 Juni silam. Pada pertandingan yang diwarnai blunder kiper Robert Green itu, Landon Donovan cs. sukses menahan imbang Inggris 1-1--hasil imbang yang sudah seperti kemenangan.

Berlanjut ke laga kedua menghadapi Slovenia. Bagi AS, laga ini mungkin lebih berat ketimbang ketika melawan Inggris. Sebabnya, pasukan arahan Bob Bradley ini sempat tertinggal 0-2 lebih dulu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beruntung ada Donovan dan Michael Bradley--yang juga anak sang pelatih timnas--yang berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. AS menunjukkan mereka lebih punya spirit dibanding Inggris, yang di laga keduanya melawan Aljazair bak bermain tanpa arah.

Pun demikian di laga terakhir. AS dalam kondisi terjepit ketika sampai menit 90 masih bermain 0-0 melawan Aljazair. Sementara di lain tempat, Inggris tengah menang 1-0 atas Slovenia.

Dalam kondisi tersebut, tak ada tempat untuk AS di perdelapanfinal. Grup C akan melahirkan Inggris dan Slovenia sebagai wakil mereka.

Tetapi cerita berubah dalam hitungan detik. Donovan berhasil membobol jala Rais Ouheb Mbouli dan mengantarkan AS menang 1-0. AS tampil sebagai juara Grup C lantaran unggul selisih gol. Sementara cerita buruk untuk Slovenia, mereka harus angkat koper.

"Ini adalah momen spesial bagi tim kami," ujar Bob Bradley di Reuters. Ya, sang pelatih menggambarkan dengan singkat perjalanan AS di Grup C: spesial.

(roz/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads