Cavani boleh disebut sebagai salah satu calon bintang Uruguay di masa mendatang. Dari dua laga yang sudah dijalaninya di Piala Dunia 2010, ia selalu menjadi starter.
Data dari Soccernet menunjukkan, baik saat menghadapi Afrika Selatan dan Meksiko, Cavani melepas masing-masing empat kali tembakan ke gawang lawan. Kedua partai tersebut berakhir dengan kemenangan bagi La Celeste.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cavani mengaku mengidolakan bomber-bomber kelas dunia seperti Ruud van Nistelrooy atau pun Wayne Rooney.
"Ketika masih kecil, saya sangat mengidolakan Ruud van Nistelrooy yang memiliki naluri membunuh di kotak penalti. Kini ketika saya bermain sebagai penyerang tengah, saya harus paham bagaimana bermain di luar posisi tersebut."
"Yah, sebutlah saya ingin menjadi Wayne Rooney-nya Inter Milan, striker yang paham bagaimana menjalankan berbagai peran," lugas Cavani seperti dikutip dari Football-Italia.
Inter Milan? Untuk karir pribadinya, pemain berusia 23 tahun itu memang punya mimpi bergabung dengan La Beneamata. "Sungguh luar biasa bila bisa tetap tinggal di Italia dan bertarung memperebutkan scudetto sekaligus gelar Liga Champions," tandas pemain yang memperkuat Palermo sejak tahun 2007 itu.
Soal klub impiannya itu, Cavani punya pendapat khususnya tentang pelatih anyar Rafael Benitez. "Dia merupakan sosok nomor satu, pelatih yang paham caranya menang, seseorang yang pernah bekerja di klub dengan nama besar. Ia cocok dengan ambisi Inter."
Tentu saja Palermo tidak akan semudah itu melepas Cavani. "Sekali lagi saya ingin beterimakasih kepada presiden Palermo Maurizio Zamparini. Ia bagaikan sosok ayah bagi saya. Namun ia juga merupakan pebisnis yang berkualitas."
"Dari penjualan saya dan kemungkinan Simon Kjaer, Palermo bakal mendapatkan banyak uang. Jadi saya juga akan memberkan sesuatu yang bagus bagi Palermo," pungkas dia.
Foto: Edinson Cavani (kiri) (Getty Images)
(nar/mad)










































