Datang ke Afrika Selatan dengan status juara bertahan, Italia dibebani ekspetasi tinggi oleh para fansnya untuk mempertahankan gelar juara. Namun alih-alih memenuhi ambisi itu Italia malah terjun bebas.
Bergabung dengan Paraguay dan dua anak bawang, Selandia Baru serta Slovakia, Fabio Cannavaro cs malah tersingkir lebih dini dan lebih memalukannya finis sebagai juru kunci! Suatu prestasi yang memalukan bagi pengoleksi empat gelar Piala Dunia itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski banyak dikecam oleh fans dan para pengamatnya karena meninggalkan Antonio Cassano, Fabrizio Miccoli atau Marco Boriello, Marcelo Lippi tetap keukeuh dengan pasukan yang bermaterikan sebagian besar para pemain di Jerman 2006.
"Aku sangat percaya dengan para pemain ini. Bukannya mengharapkan terlalu berlebih kepada mereka namun anda juga tak bisa berpikir Italia adalah seperti ini (pada laga kontra Slovaki). Sayangnya aku tidak mampu membuat mereka mengeluarkan permainan terbaiknya," tukas Lippi di Football Italia.
Apa pun pembelaan Lippi terhadap komposisi pemainnnya, tugasnya sudah selesai dan Cesar Prandelli akan jadi suksesornya. Gelandang senior Andrea Pirlo pun menyebut sudah saatnya Italia melakukan pembaharuan dalam skuadnya dengan memanggil para muka baru.Hasil mengecewakan di Piala Dunia 2010 (tanpa satu kemenangan pun) adalah cambuk keras bagi persepakbolaan Italia untuk berbenah.
"Kami jelas sangat malu pada diri kami sendiri. Kami tidak memenangi laga satu pun dan ini kesalahan semuanya," ujar Pirlo."Kami adalah satu tim dan kami semua harus bertanggun jawab."
"Apaka ini akhir dari sebuah era? Ya kurasa begitu. Bagaimanapun aku akan selalu mendukung siapa pun pelatih Italia yang baru," pungkas Pirlo.
(mrp/roz)











































