Berlaga di babak perdelapanfinal dengan sistem gugur, Inggris sering kali tersandung akibat adu pinalti. Setidaknya dilihat dalam tiga kali Piala Dunia pada 1990, 1998 dan 2006 di mana The Three Lions selalu terdepak dari turnamen setelah kalah dalam adu tos-tosan.
Masalah bertambah ketika lawan yang menanti mereka adalah Jerman yang memiliki rekor adu pinalti paling apik. Dari empat kali terlibat di dalamnya, Die Mannschaft sukses memenangi semuanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap hari selama kami berlatih di Austria kami telah berlatih tendangan pinalti," ungkap pencetak gol kemenangan Inggris atas Slovenia tersebut di Mirror.
"Saya harap kami bisa memenangi laga hanya dalam waktu 90 menit tapi di sebuah turnamen besar seperti ini, kemungkinan untuk itu (adu pinalti) selalu ada. Semua pemain telah berlatih. Saya siap untuk menjadi salah satu eksekutornya, 100% siap," pungkas Defoe.
Pelatih Fabio Capello dilaporkan sudah memilih lima penendang pinalti utama timnya. Mereka adalah Frank Lampard, Steven Gerrard, Wayne Rooney dan James Milner. Sedangkan Gareth Barry yang menjadi spesialis pinalti di klub lamanya, Aston Villa menjadi penendang kelima. (key/roz)











































