Akibat kemenangan Portugal besar atas Korut, Pantai Gading setidaknya butuh mencetak sembilan gol ke gawang tim berjuluk Chollima itu di laga terakhir Grup G. Itu pun harus dibarengi dengan kekalahan Portugal atas Brasil.
Namun apa daya, Les Elephants hanya berhasil menjaringkan tiga gol ke gawang Korut dalam laga yang digelar Jumat (25/6/2010) malam WIB. Sedangkan Portugal memilih main aman dengan tim 'Samba' dan laga berkesudahan 0-0.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Piala Dunia bagi kami sekarang sudah selesai," ujar sang skipper, Didier Drogba kepada AP.
"Akan tetapi saya pikir kami tetap harus bangga dengan apa yang sudah kami lakukan ketika melawan Portugal dan berhadapan dengan Brasil -meskipun kami kalah- dan itulah hari ini."
Dengan tergabung di grup maut bersama Brasil dan Portugal yang merupakan tim favorit juara, Drobga menilai Pantai Gading yang kalah kelas dari dua rivalnya itu sulit bisa bertahan.
"Sungguh sulit untuk kami bisa lolos, dan saya pikir ranking FIFA telah menjelaskannya. Kami memang kecewa tapi di saat yang sama kami tidak boleh terlalu kecewa ketika kami berada di grup (keras) semacam ini," pungkas bomber Chelsea tersebut.
Tahun 2010 adalah kali kedua secara beruntun Pantai Gading mengikuti ajang Piala Dunia. Pada turnamen empat tahun lalu, mereka juga tersisih di fase awal karena lagi-lagi tergabung di grup maut bersama Argentina, Belanda dan Serbia-Montenegro. (roz/a2s)











































