Brasil dan Portugal, yang diprediksi bakal menjadi puncak big match di grup maut Gup G, tidak melahirkan kepuasan permainan dari pertempuran mereka di Durban, Jumat (25/6/2010). Di akhir pertandingan penonton memberi koor "Huuu..." atas buruknya tensi partai tersebut.
Alih-alih melahirkan banyak gol dan tontonan mempesona, mereka hanya bermain imbang kacamata alias 0-0. Yang lebih mencolok adalah keluarnya tujuh kartu kuning: empat untuk Portugal, tiga buat Brasil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sewaktu ditanya wartawan tentang brutalnya pertandingan terutama di babak pertama, pelatih Portugal Carlos Queiroz malah menyalahkan Brasil,sementara empat pemainnya menerima kartu kuning.
"Kalian ajukan saja pertanyaan itu pada Brasil, bukan kami," tukasnya.
Queiroz tampaknya lebih menyukai hasil yang didapat dibanding urusan kartu karena timnya dipastikan lolos ke babak perdelapan final. "Samba Eropa" ini finish sebagai runner up grup dan akan berjumpa Spanyol di babak 16 besar.
Sementara itu pelatih Brasil Carlos Dunga mengeluhkan pendekatan permainan yang diterapkan Portugal: bertahan rapat. Imbas tak langsungnya adalah mereka untuk pertama kalinya tidak mencetak gol di pertandingan grup Piala Dunia. Kali terakhir mereka seperti itu adalah saat bermain 0-0 melawan Spanyol di tahun 1978.
Sementara itu pelatih Brasil mengatakan timnya menemui kesulitan untuk bermain lebih baik lagi karena Portugal menerapkan pendekatan bertahan.
"Pertandingan yang sulit," ujarnya dikutip Reuters. "Portugal bertahan dari tengah wilayahnya sendiri. Itu membuat kami sangat sulit melakukan penetrasi. Pertandingan ini sangat berat sampai akhir laga."
(a2s/roz)











































